fbpx

Pembagian Tugas di perusahaan StartUp IT

Screen Shot 2015-11-17 at 9.52.15 AMCukup menarik untuk mencermati hasil kuesioner yang saya buat di group PHP Indonesia mengenai “apa cita-cita anda menjadi software engineer”. Hasil pooling itu menunjukkan bahwa pilihan sebagian besar member PHP Indonesia adalah membangun perusahaan StartUp.  Mengamati hasil ini sejujurnya memberikan saya gambaran bahwa betapa banyaknya developer yang berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik dari karir programmingnya.

 

Punya cita-cita mulia dan setinggi langit tentu saja sah dan wajar tapi untuk meraihnya dibutuhkan usaha yang tidak sedikit dan semangat pantang menyerah. Membangun startup bukanlah pengecualian, karena tidak pernah mudah dan murah harga yang harus kita bayar demi mewujudkan cita-cita mulia ini.

Sudah sejak tahun 2001 saya menjadi orang IT yang ‘nyangkut’ di dunia Human Resources Development (HRD) dimana pekerjaan saya sehari-hari adalah menghasilkan software dan solusi-solusi IT yang terkait dengan dunia HR. Lama berurusan dengan dunia HRD akibatnya saya kini punya banyak pengetahuan seputar Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Meskipun saya bukan ahli HR, tapi apa yang saya tulis disini adalah bagian dari apa yang saya amati sehari-hari dilakukan oleh Direktur HR, GM HR dan Manager HR.

Pertama, mari kita persempit dulu makna perusahaan StartUp.  Perusahaan startup yang dimaksud disini adalah perusahaan baru dibentuk dan perusahaan berbasis Teknologi. Layaknya perusahaan yang baru dibentuk tentu saja kita tidak berharap konfigurasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang lengkap seperti halnya yang ada di perusahaan-perusahaan besar dan mapan. Secara umum perusahaan Startup IT dibentuk oleh dua posisi penting Chief Executive Officer (CEO) dan Chief Technology Officer (CTO). Untuk kondisi tertentu kadang ditambah dengan Chief Finance Office (CFO), atau posisi-posisi lainnya.  Apa tugas CEO dan apa tugas CTO?

CEO

CEO adalah pemimpin perusahaan startup itu. Seorang CEO bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap maju dan mundurnya startup itu. Secara umum, CEO Startup harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas dalam segala hal baik hal tehnis maupun non-tehnis. CEO merupakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap hubungan internal dan external perusahaan.

Secara internal mengurus dan mengawasi keluar masuk uang, kekompakan tim dan karyawan, proses bisnis yang ditata rapi, dan pengembangan bisnis dan kesiapan tim. Secara eksternal, mengurus hubungan yang baik dengan investor, hubungan yang baik dengan dunia industri yang dibidik, urusan legalitas dan hubungan dengan pemerintah, membangun image branding yang kuat dengan customer, bahkan yang tidak kalah penting adalah meriset kebutuhan pasar untuk membuat startup tersebut makin kompetitif dan menjadi pemimpin pasar.

Dari penjelasan ini terlihat bahwa CEO adalah orang yang sehari-hari menghabiskan waktunya untuk membangun inovasi baru di semua lini urusan perusahaan dan membangun fondasi yang kuat secara internal baik tim maupun business process. Berhubung Startup adalah perusahaan Teknologi maka CEO yang memiliki pengetahuan yang dalam di dunia IT akan memiliki keunggulan kompetitif untuk menciptakan inovasi-inovasi berbasis Teknologi yang akan lebih mudah digarap dan dikerjakan oleh seluruh tim.

CTO

CTO adalah orang yang mengurusi sisi Teknologi dari sebuah Startup. Kenapa posisi ini penting? karena sejatinya startup adalah perusahaan Teknologi maka keberadaan CTO adalah menjamin bahwa startup tersebut menjalankan bisnis menggunakan Teknologi yang terbaik. Tugas CTO yang terbesar adalah menentukan strategi tehnis, teknologi terbaik yang akan digunakan oleh Startup tersebut. Disini, seorang CTO dituntut untuk memiliki pengetahuan yang sangat luas dan sangat dalam terhadap teknologi apa saja yang tersedia sekarang, bagaimana cara memanfaatkannya dan bagaimana cara menerapkannya agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh CEO, dan sesuai dengan apa yang menjadi visi dan misi perusahaan.

CTO  dituntut untuk banyak melakukan riset, mengamati dan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat memberikan solusi yang terbaik dan terdepan. CTO biasanya diberikan wewenang untuk menentukan berapa banyak tim yang akan dibentuk, apa saja tugas masing-masing tim, dan CTO akan bekerja sama dengan CEO dalam penentuan budget teknologi maupun SDM.

Perlu digaris bawahi bahwa tugas dan wewenang CEO dan CTO tidaklah sama disetiap startup karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap individu memiliki latar belakang keluarga, pengetahuan, pengalaman dan skill yang berbeda-beda di masa yang lalu. Oleh karena itu, kunci keberhasilan sebuah startup lebih banyak ditentukan oleh kelancaran komunikasi diantara CEO dan CTO. Masing-masing harus mampu meletakkan ego di posisi paling bawah, demi menjaga keutuhan tim, membangun visi dan misi yang sama dan bekerja berdasarkan prinsip-prinsip profesionalisme.

Di level CEO dan CTO, waktu kerja anda akan banyak dihabiskan dalam meeting-meeting strategis dan membangun rencana-rencana jangka pendek, menengah dan panjang yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan, sumber daya keuangan, sumber daya manusia dan sumber daya teknologi yang tersedia.

Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan bagi kita semua dan selamat berjuang. BERSAMA, BERKARYA, BERJAYA

 

14 thoughts on “Pembagian Tugas di perusahaan StartUp IT

  1. Reblogged this on 2FUN and commented:
    Oleh karena itu, kunci keberhasilan sebuah startup lebih banyak ditentukan oleh kelancaran komunikasi diantara CEO dan CTO. Masing-masing harus mampu meletakkan ego di posisi paling bawah, demi menjaga keutuhan tim, membangun visi dan misi yang sama dan bekerja berdasarkan prinsip-prinsip profesionalisme.

  2. Sangat menarik om, saya lagi tertarik nih tentang startup.
    CEO dan CTO benar-benar harus solid, menjadi pasangan yang cocok.

    Gak salah emang, kalo kebanyakan startup-startup teknologi yang sukses memiliki cukup 2 founder.
    Larry-Brin, Jobs-Wozniak, Gates-Allen, dan lain lain.

    thank’s sharing nya om 😀

  3. Terima kasih. Bagus infonya.. Apalagi untuk orang IT yang bisa dibilang kurang pengetahuan dalam SDM. Tapi kalo boleh bisa lebih detail lagi sampe pegawai level bawah.. Xixi.. Thanks

Leave a Comment